Selasa, 03 Maret 2009
Rabu, 21 Januari 2009
DOA CINTA SANG PENGANTIN
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.
Amiiin
Senin, 10 November 2008
ISLAM JUGA CINTA PENGETAHUAN
Para sarjana Islam yang didukung para kholifah berusaha menerjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya tersebut sehingga lahirlah ilmu-ilmu baru. Selain itu merekapun menerjemahkan buku-buku Siddhantai (ilmu perbintangan) dan Hipotedesa (fable, kisah-kisah tentang binatang) dari India, juga buku-buku dari Persia dan Siria.
Untuk keperluan ini, kholifah Harun al Rasyid mendirikan lembaga ilmu pengetahuan bernama Bitul hikmah, dan dikenal juga sebagai Khazanatul Hikmah dan Daarul hikmah. Lembaga ii mencapai puncak kemajuan pada masa pemerintahan Khalifah al Makmun bin Harun al Rasyid (198-218H/813-833M). Baitul Hikmah merupakan perguruan tinggi Islam pertama, gabungan dari perpustakaan umum, akademi, balai penerjemahan, dan observatorium.
Lembaga ini dapat dikatakan sebagai perguruan tinggi terpenting sejak perguruan tinggi yang didirikan di Alexandria, Mesir pada abad ke-3. Disinilah para ulama dan intelektual Islam bisa berpuas diri menimba ilmu. Ia merupakan perpustakaan yang pertama sekali di dunia Islam.
Lembaga ini menjadi pusat kajian ilmu kedokteran, filsafah, hikmah dan lain-lain. Selain Baitul hikmah, bermunculan pula lembaga-lembaga study lainnya, diantaranya Majelis al-Munazarah, sebuah lembaga pengkajian keagamaan yang dilakukan di rumah-rumah, masjid-masjid, dan istana Khalifah. Majelis ini mencapai puncak perkembangannya pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun.
Pada masa pemerintahan ketigs khslifah ini, semangat umat islam menuntut ilmu begitu besar. “Virus” membaca tidak hanya menjangkit para ilmuwan, tetapi juga para pembesar dan rakyat kebanyakan. Pada waktu itu, buku adalah barang yang sangat dicari, dan perpustakaan menjadi tempat paling mengasyikkan. Penghargaan masyarakat terhadap keduannya diungkapkan oleh seorang pujangga Arab terkenal, al-Mutanabbi:
Tempat duduk yang paling mulia di dunia inilah adalah pelana kuda. Dan teman yang paling baik Sepanjang zaman adalah buku.
Oleh karena tidak mengherankan apabila dunia Islam, khususnya Baghdad sebagai pusat pemerintahan, menjadi inti peradaban dunia.
Setiap hari, perpustakaan dan pusat-pusat pendidikan penuh sesak dengan pengunjung yang haus ilmu pengetahuan. Setiap kali terbit buku baru, hamper semua masyarakat antusias membaca dan mempelajarinya. Buku sudah menjadi perhiasan rumah,dan hadirnya perpustakaan menjadi suatu keharusan karena penghuninya akan menjadi orang yang dihormati dan dimuliakan.
Kondisi ii menyebabkan kemajuan intelektual berjalan dengan sangat cepat dan mengagumkan.
Keadaan ini terus berlangsung hingga beberapa ratus tahun lamanya.
Parpenguasa dengan giat membangun pusat-pusat study dan perpustakaan disemua wilayah kekuasaanya. Sebagai contoh pada abad ke-10, Najaf- Sebuah kota kecil di Irak, telah memuliki 400.000 buku. Direktur observatorium Maragha, Nasiruddin at-Tousi, memiliki sekitar 400.000 koleksi buku. Di dunia islam sebelah Barat, yaitu di Spanyol, Khalifah al-Hakim dari Cordoba dapat membanggakan diri pada abad ke-10 karena memiliki perpustakaan pribadi yang berisi 400.000 buku. Sementara empat abad sesudah itu, raja Prancis, Charles yang bijaksana (artinya: yang pandai) hanya memiliki koleksi 900 buah buku. Tapi tiadak ada yang dapat menyaingi “kegialaan” Khalifah al-Aziz di Kairo, yang memiliki sekitar 1.600.000 buah buku di perpustakaan, diantaranya 16.000 buah tentang Matematika dan 18.000 tentang filsafat.
Sebagai penutup, ada sebuah kutipan kata-kata yang biasanya terpampang pada pintu gerbang Universitas-Universitas yang ada di dunia Islam pada Abad Pertangahan. “Dunia hanya disangga oleh empat perkara, yaitu kearifan orang yang arif, keadilan orang-orang besar, do’a orang-orang yang sholih dan keberanian orang yang berani”.
Selasa, 21 Oktober 2008
NGEKOS, ISLAM NGATUR LHO!
Urusan tempat tinggal adalah salah satu perkara yang kudu dipikirkan sama siapa saja yang mau ngelanjutin sekolah ke kota yang jauh dari ortu. Bagi yang punya kerabat yang tinggal deket sekolah, numpang disana bisa jadi pilihan. Tapi tinggal sama kerabat, ada perasaan segan dan kurang bebas, sekalipun nggak dipungut bayaran alias gratis. Jadi, wajar kalo kos jadi pilihan.
Milih Tempat Kos
Tinggal di tempat kos jelas beda dengan hidup bersama ortu. Karenanya kita mesti punya jurus jitu supaya tidak terpengaruh ama kondisi lingkungan kos yang nggak baik.
Apaan tuh jurusnya?
Pertama, kita tetap ingat ama tuh niat, bahwa kita jauh- jauh ninggalin ortu and orang- orang tercinta hanya untuk mencari ilmu, baik ilmu alam seperti fisika, kimia, biologi, and so on, maupun ilmu keislaman; bukan untuk yang lain. And so pasti itu kita ngejalanin semua tak lain tuk ridho Allah khan? Sehingga kita nggak akan ikut-ikutan ngelakuin aktivitas yang bisa menghambat tujuan kita. Nongkrong misalnya, atau mungkin begadang semalam suntuk di depan layar tivi. Padahal, seorang muslim itu nggak bakalan ngelakuin hal- hal yang nggak berguna. Sabda Nabi Saw, “ Diantara baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan apa yang tak berguna baginya.” Tentu kita masih ingat sabda beliau tersebut, “min husni islami al ma’ruf tarkuhu ma la ya’ nih.”
Kedua, ingat prinsip “teliti sebelum membeli!” Artinya, seperti ketika kita akan membeli suatu barang, terlebih dahulu kita kudu tau kualitas barang itu. Jangan sampai kita membeli barang yang cacat apalagi rusak. Untuk tempat kos, bukan sekedar tempat yang enak atau deket ama sekolahan atau kampus aja yang jadi pertimbangan. Bukan pula sebatas fasilitas fisik, tetapi kita juga kudu merhatiin apakah disana nyampur antara tempat kos cewek dengan cowok.
Urusan yang satu ini kadang luput dari perhatian, apalagi kalo pemilik kos nggak ngerti ama aturan Islam soal pergaulan laki- laki dan perempuan. Karena yang menjadi landasannya materi doang, maka nggak aneh kalo mereka nerima anak kos baik cowok maupun cewek, semuanya nyampur kayak gado- gado. Yang penting laku, katanya.
Islam nggak ngebolehin cowok dan cewek hidup nyampur satu atap alias satu rumah sekalipun pisah kamar. Dalam fikih dikatakan hukum asal kehidupan perempuan terpisah dari laki-laki. Allah SWT Maha Tahu bahwa kalo cowok dan cewek hidup nyampur akan berujung pada kemaksiatan. Bisa meledak kayak listrik positif campur ama negative, konslet! Seperti berita media massa yang sempat menggemparkan tea, bahwa beberapa kos di Yogya disinyalir telah dijadiin tempat gaul bebas, freesex dll. Naudzubillah mindzalik.
Next, kita pun tahu siapa yang akan menjadi teman satu kos, karena baik buruknya teman akan ngaruh pada diri kita. Amannya, kita ngekos bareng ama temen yang udah kita kenal sebelumnya. Latar belakangnya udah kita ketahui. Bisa juga kita nyari temen yang bisa ngingetin kita, diantaranya mahasiswa putri di masjid kampus, anggota lembaga dakwah kampus.
Soal Bertamu di Tempat Kos
Ketika kos, kita mungkin akan kedatangan tamu. Teman atau kerabat yang berkunjung. Mereka mungkin cewek bisa juga cowok. Mungkin mahrom mungkin pula bukan. Idealnya, kita melihat tempat kos yang punya ruang tamu, supaya kita bisa nerima tamu disana. Memang benar untuk tamu cewek kita bisa nerimanya di kamar, tapi itu kurang baik karena kamar adalah tempat pribadi. Bayangin aja gimana kalo kita lagi pakai baju tidur atau mungkin lagi tidur kepergok sama temen cewek kita, kayak apa rasanya? So pasti kita bakalan maluuu….banget. Gimana kalo tamunya cowok dan bukan mahrom?
Tempat kos adalah pengganti rumah kita, sehingga aturan yang kudu diikuti juga sama kayak aturan dirumah kita. Allah SWT, Pencipta kita telah menetapkan kalo rumah adalah tempat khusus (istilah santrinya hayatun khoshoh), dimana perempuan muslimah hanya tinggal bersama kaum wanita atau bersama mahromnya saja. Keberadaan cewek dan cowok bukan mahrom dirumah tanpa disertai mahrom termasuk khalwat (berduaan ditempat sepi), padahal jelas- jelas Rasulullah Saw dalam hadisnya melarang perbuatan demikian: “Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat kecuali jika wanita itu disertai mahromnya”.
Jadi, nggak boleh dong seorang muslimah terima tamu cowok ditempat kosnya? Boleh, kalo ada kepentingannya and kita ditemeni bapak, saudara cowok atau siapa saja yang termasuk mahrom. Oh iya, kita khan tinggal nggak ama mereka lagi, jadi nggak mungin dong kita minta mereka datang ketempat kos hanya untuk nerima tamu cowok. Jadi? Yap betul banget, kita nggak mungkin nerima tamu cowok ditempat kos sekalipun untuk alasan belajar bersama.
Trus, gimana atuh kalo ada tugas bareng ama temen sekelas yang cowok? Nggak perlu bingung, kita khan bisa nyari tempat umum yang dipakai banyak orang. Seperti perpustakaan, disana kita bisa belajar bareng. But, kita kudu tetep ingat alias musti konsisten, kebersamaan kita dengan teman cowok sebatas belajar. Itu pun kalo emang nggak bisa dihindari. Setelah urusan kelar nggak keterusan masalah lain, baik masalah pribadi lebih- lebih masalah orang lain, jelas nggak bolehnya. Itu mah ghibah namanya, haram hukumnya. Kita bisa lihat ketegasan larangannya dalam firman Allah surat Al Hujurat (49): 12.
Pulang Kampung Euy….
Selain urusan kos kita juga harus tahu aturan tentang perjalanan pulang kampung. Rosulullah Saw bersabda : “Tidak dibolehkan seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan selama sehari semalam, kecuali jika disertai mahromnya.”
Jadi kalo perjalanan pulang dari tempat kos ke rumah orang tuamu habisin waktu sehari semalam, maka kita kudu perhatiin aturan tadi. Artinya, perjalanan harus dibarengi mahrom. Atau kalo nggak mungkin, kita bisa pulang bareng- bareng dengan teman cewek yang satu kampung atau satu kota.
Gimana kalo nggak punya temen atau pulangnya nggak bareng? Aturan mah tetep nggak berubah, artinya tetep salah. Makanya, harus diusahakan ada mahrom atau bersama dengan jamaah perempuan.
Andaikan kita nggak ada pilihan lain dan tetap kita memaksakan diri ngelakuinnya, maka selama perjalanan kita kudu ngebatasin interaksi kita dengan teman seperjalanan yang cowok. Interaksi hanya sebatas kebutuhan, sepertinya nanyain atau menjawab tentang waktu, sudah sampai dimana dan hal-hal lain yang menyangkut perjalanan. Pertanyaan selain itu nggak perlu kita layanin. Mudah-mudahan perjalanan yang demikian mendapat keridhoan Allah. Amin.
Sabtu, 28 Juni 2008
PENDIDIKAN ALA KAPITALIS BIKIN MIRIS
Keterpurukan pendidikan di negeri ini nyaris sempurna dengan semakin tercorengnya wajah pendidikan kita tatkala kita saksikan fakta keadaan sekolah yang sudah tidak layak pakai, misalkan di Sukabumi (Jawa Barat) atap gedung sudah 2 kali roboh dan seluruh murid-muridnya dipindahkan ke bekas kandang ayam sebagai sekolah sementara sampai sekolah tersebut diperbaiki. Selain itu keadaan perpustakaan yang sungguh mengenaskan, di SD Merjosari misalnya di SD tersebut hanya memiliki 1 rak buku perpustakaan itupun hanya berisi buku-buku lama dan tidak terlihat buku baru dan berkualitas di sana.Rendahnya Kualitas Guru, kualitas guru sangat berhubungan dengan tingkat profesionalisme terhadap tugas yang diembannya. Tapi pada kenyataannya banyak Guru yang sdah tidak layak mengajar, adapun prosentase tahun 2002-2003 untuk SD yang layak mengajar hanay21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta) SMP 54,12 % (negeri) dan 60,99 % (negeri) dan 64,73% (swasta). Rendahnya kesejahteraan guru, kualitas pendidikan sangat bergantung pula dengan rendahnya kesejahteraan guru.
Berdasar FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) tahun 2005, gaji ideal untuk guru sebesar 3 juta rupiah. Tapi guru honorer swasta henya mendapat 10 ribu rupiah per jam. Pendapatan seperti itu membuat guru mencari pekerjaansampingan, misalnya menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang pulsa dsb (Republika,13 Juli 2005). Rendahnya Prestasi Siswa/ mahasiswa. Berdasarkan peringkat universitas terbaik versi majalah Asiaweek 2000, tidak satupun perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 20 terbaik. UI berada di peringkat 61 untuk kategori universitas multidisiplin. UGM di peringkat 68, UNDIP di peringkat 77, Unair di peringkat 21. Kering dari nilai agama, banyak pengangguran tawuran antar pelajar dan lain-lain.
Permasalahan pendidikan tersebut, sebenarnya banyak penyebabnya diantaranya, sistem pendidikan di Negara kita berkiblat pada kapitalis-sekuler pertama, dikatakan kapitalis karena pendidikan dijadikan komoditi bahkan barang mewah bukan lagi sebagai kebutuhan pokok ummat yang harus dijamin pemenuhannya ke semua lapisan. Sehingga tidak ada lagi ungkapan bahwasannya “orang miskin dilarang sekolah/kuliah”. Dalam pasal 53 (1) UU No 20 / 2003 tentang Sisdiknas menyebutkan bahwa penyelenggara dan atau satuan pendidikan formal didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidkan. Menurut pengamat Ekonomi(Revrisond Bawsir) privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara donor lewat World Bank. Privatisasi semakin melemahkan peran negara dalam sektor pelayanan publik tidak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang.
Kedua, dikatakan sekuler karena adanya dikotomi pendidikan agama dan umum. Hal ini terlihat dari UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian I (umum) pasal 15 berbunyi jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, keagamaan dan khusus. Hal ini jelas sudah berjalan sistem sekuler-materialistik.
Jalan keluar yang bisa mencetak pendidikan berkualitas adalah merubah paradigma pendidikan sekuler yang rusak dan bobrok menjadi pendidikan Islam. Karena telah terbukti dengan sistem Islam yang pernah diterapkan mampu melahirakan Ibn Sina (kedokteran), Al-Khawarizmi(matematika dan astronomi)Ibnu al-Bairar (ahli pertanian), Jabir bin Hayyan (ahli kimia)dan masih banyak lagi.oleh karenanya hanya dengan Islam sajalah seluruh persoalan akan terpecahkan dengan sempurna termasuk pendidikan. Sistem Islam akan menjamin terciptanya guru-guru profesional yang berakhlaq mulia dan sejahtera, tersedianya pendidikan murah dan bermutu, terciptanya iklim belajar yang kondusif, terbentuknya generasi cerdas dan memiliki harga diri sehingga tidak akan menggadaikan negara dan SDA kepada negara besar imperialis. So mari kita membangun sistem pendidikan Islam dalam wadah Daulah Islamiyah yang pasti akan ada sesuai janji Allah. Wallahu a’lam bi ash-shawab
KRISIS PANGAN DILUMBUNG PADI
Selama lebih dari setengah abad 110 negra di dunia termasuk Idonesia harus mengirimkan spisimen virus influenzsa kepada WHO dengan dalih adanya Global Influenza Surveillanca Network (GISN). ”Saya tidak mengerti siapa yang mendirikan lembaga yang sangat berkuasai itu.” kata Menkes.
Virus yang diterima GISN sebagai virus liar untuk kemudian diproses untuk penilaian resiko dan riset para pakar serta pembuatan bibit virus. Dari bibit virus inilah akan di buat vaksinnya dan dikomersialkan ke seluruh negara di dunia. Negara yang awalnya mengirimkan spesimen viruspun turut membelinya tanpa memperoleh kompensasi apa-apa. Misalnya dengan memperoleh harga yang lebih murah. Harga vaksin sepenuhnya ditentukan oleh produsen virus yang bercokol dinegara industri kaya. ”Harganya sangat mahal tanpa memperdulikan alasan sosial kecuali alasan ekonomi semata. Sungguh nyata, suatu ciri khas kapitalistik” kata Menkes dalam bukunya.
Modus semacam ini terjadi lagi pada kasus flu burung (HSN1). Duniapun heboh dengan virus yang mematikan ini, negara yang pertama kali terserang flu burung adalah Vietnam. Dengan segala kekuasaannya WHO ”menyuruh” Vietnam untuk menyerahkan spesimen Flu burung kepada WHO Clomllomboring Center (WHO CC). Negara pengirim spsimen virus harus menunggu waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasil dari dianosisinya.
Tetapi tiba-tiba saja di dunia beredar vaksin flu burung yang diperjualbelikan dengan harga yang tak terjangkau oleh negara-negara yang berkembang. ”Ketika rakyat Vietnam meninggal gara-gara flu burung, di depan mata pedagang kulit putih menawarkan dengan vaksin Vietnam Strain. Alangkah tidak adilnya dunia ini!”
Awalnya firus flu burung menyerang Vietnam, tahun berikutnya menyerang Thailand dan Cina. Selanjutnya virus ini menyerang Indonesia. Pemerintah Indonesiapun melakukan sosialisasi penyakit mematikan ini dan menyediakan stok obat Tamiflu (nama generiknya Oseltamir yang di produksi oleh Roche, salah satu perusahaan Amerika) dengan jumlah tertentu sesuai dengan anjuran WHO.
Namun sangat ironis sekali ternyata obat tamiflu stoknya sudah habis karena di beli oleh negara-negara kaya sebagai stok persediaan padahal negara mereka tidak terserang virus flu burung. ”Inikan tidak adil. Mereka tak punya kasus flu burung, tetapi memborong obatnya.” kata Menkes.
Selain itu, WHO meminta Indonesia untuk mengirimkan spesimen virus flu burung ke Hongkong untuk didiagnosis. Proses diagnosis memakan waktu 5-7 hari padahal penderita flu burung harus ditangani dengan cepat. Pada akhirnya Menkes mengambil keputusan untuk meneliti langsung virus flu burung di Litbangkes, Depkes. Ternyata pemeriksaan yang dilakukan WHO sama dengan yang di lakukan oleh Litbangkes, Depkes. Ada apa dengan WHO?
Awal tahun, 2007 . Indonesia dikagetkan dengan munculnya vaksin virus flu burung Strain Indonesia yang dibuat oleh Australia, CSL. Padahal indonesia tidak pernah mengirimkan spesimen virus flu burung pada negara lain, kecuali ke WHO. Usut punya usut ternyata , bibit virus itu iperoleh dari WHO Australia dari WHO CC.
Kenyataan ini membuat Menkes megmerintahkan untuk menghentikan specimen virus ke WHO karena dianggap apa yang dilakukan WHO adalah kejahatan luar biasa di dunia. Menurut Menkes mekanisme ini justru lebih jahat dari bom atom.
Terbukti WHO tidak bekerja untuk umat manusia,organisasi ini bekerja untuk negara adidaya dan industri obat-obatan multinasional. Bukti bagaimana organisasi inikesehatan dunia ini bekerja untuk kepentingan Amerika bisa dilihat dari disimpannya seluruh sequencing DNA flu burung WHO CC di Los Alamos AS. Selama ini data-data virus ini hanya dikuasai oleh Ilmuwan yang bekerja di Los Alamos. Ilmuwan lain di dunia tidak biasa mengaksesnya, meski adalah data Dunia.
Loa Alamos National Laboratory yang berlokasi di new Mexico tersebut berada di bawah Kementrian Energi AS. Di tempat inilah dirancang bom atom yang menghancurkan Herosima tahun 1945. Disinyalir tempat ini menjadi tempat pembuatan senjata Kimia dan biologi AS. Bukan tidak mungkin hasilnya nanti akan digunakan untuk menghancurkan negara yang dulu pemilik virus, baik secara fisik dengan senjata itu sendiri, maupun secara ekonomi dengan memaksa suatu negara membeli produk-produk buatan mereka berupa obat-obatan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan wabah penyakit dengan cakupan yang begitu luas melanda dunia berkembang dan sudah terjadi selama beberapa dekade, akan tetapi negara-negara kaya tidak sekalipun tergugah untuk memberikan perhatiannya. Disisi lain, prediksi akan mewabahnya flu burung yang mematikan dan mungkin akan menyerang warga barat telah serta merta megalirkan dana ratusan juta dollar-kalau memang tidak sampai miliaran- yag di salurkan untuk mencegah sesuatu yang mungkin tidak dapat dicegah dengan obat yang barangkali tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap wabah elu burung.
Sudah tampak jelas sekali di depan mata kita kekejaman dari sistem kapitalis, sampai-sampai kesehatan warga negara pun turut dikomersilkan untuk kepentingan para kapitalis penjajah yang tidak lain adalah AS dan ”sahabat-sahabatnya” . Kekayaan Intelektual telah menjadi alat kolonialisasi dan penindasan.
Karena itu, hanya ada satu pilihan : Lepaskan bangsa ini dari ketergantungan kaum penjajah! Jika tidak, umat Islam hanya akan semakin dicengkram dan dijerat oleh AS. Ingatlah bagwa Allah SWT telah mengharamkan orang-orang kafir untuk menguasai kaum Muslimin.
Allah tidak sekali-kali akan tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin. (TQS an-Nisa’ [4]:141). Wallahu a’lam.
PENJAJAHAN DI BIDANG KESEHATAN
Selama lebih dari setengah abad 110 negra di dunia termasuk Idonesia harus mengirimkan spisimen virus influenzsa kepada WHO dengan dalih adanya Global Influenza Surveillanca Network (GISN). ”Saya tidak mengerti siapa yang mendirikan lembaga yang sangat berkuasai itu.” kata Menkes.
Virus yang diterima GISN sebagai virus liar untuk kemudian diproses untuk penilaian resiko dan riset para pakar serta pembuatan bibit virus. Dari bibit virus inilah akan di buat vaksinnya dan dikomersialkan ke seluruh negara di dunia. Negara yang awalnya mengirimkan spesimen viruspun turut membelinya tanpa memperoleh kompensasi apa-apa. Misalnya dengan memperoleh harga yang lebih murah. Harga vaksin sepenuhnya ditentukan oleh produsen virus yang bercokol dinegara industri kaya. ”Harganya sangat mahal tanpa memperdulikan alasan sosial kecuali alasan ekonomi semata. Sungguh nyata, suatu ciri khas kapitalistik” kata Menkes dalam bukunya.
Modus semacam ini terjadi lagi pada kasus flu burung (HSN1). Duniapun heboh dengan virus yang mematikan ini, negara yang pertama kali terserang flu burung adalah Vietnam. Dengan segala kekuasaannya WHO ”menyuruh” Vietnam untuk menyerahkan spesimen Flu burung kepada WHO Clomllomboring Center (WHO CC). Negara pengirim spsimen virus harus menunggu waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasil dari dianosisinya.
Tetapi tiba-tiba saja di dunia beredar vaksin flu burung yang diperjualbelikan dengan harga yang tak terjangkau oleh negara-negara yang berkembang. ”Ketika rakyat Vietnam meninggal gara-gara flu burung, di depan mata pedagang kulit putih menawarkan dengan vaksin Vietnam Strain. Alangkah tidak adilnya dunia ini!”
Awalnya firus flu burung menyerang Vietnam, tahun berikutnya menyerang Thailand dan Cina. Selanjutnya virus ini menyerang Indonesia. Pemerintah Indonesiapun melakukan sosialisasi penyakit mematikan ini dan menyediakan stok obat Tamiflu (nama generiknya Oseltamir yang di produksi oleh Roche, salah satu perusahaan Amerika) dengan jumlah tertentu sesuai dengan anjuran WHO.
Namun sangat ironis sekali ternyata obat tamiflu stoknya sudah habis karena di beli oleh negara-negara kaya sebagai stok persediaan padahal negara mereka tidak terserang virus flu burung. ”Inikan tidak adil. Mereka tak punya kasus flu burung, tetapi memborong obatnya.” kata Menkes.
Selain itu, WHO meminta Indonesia untuk mengirimkan spesimen virus flu burung ke Hongkong untuk didiagnosis. Proses diagnosis memakan waktu 5-7 hari padahal penderita flu burung harus ditangani dengan cepat. Pada akhirnya Menkes mengambil keputusan untuk meneliti langsung virus flu burung di Litbangkes, Depkes. Ternyata pemeriksaan yang dilakukan WHO sama dengan yang di lakukan oleh Litbangkes, Depkes. Ada apa dengan WHO?
Awal tahun, 2007 . Indonesia dikagetkan dengan munculnya vaksin virus flu burung Strain Indonesia yang dibuat oleh Australia, CSL. Padahal indonesia tidak pernah mengirimkan spesimen virus flu burung pada negara lain, kecuali ke WHO. Usut punya usut ternyata , bibit virus itu iperoleh dari WHO Australia dari WHO CC.
Kenyataan ini membuat Menkes megmerintahkan untuk menghentikan specimen virus ke WHO karena dianggap apa yang dilakukan WHO adalah kejahatan luar biasa di dunia. Menurut Menkes mekanisme ini justru lebih jahat dari bom atom.
Terbukti WHO tidak bekerja untuk umat manusia,organisasi ini bekerja untuk negara adidaya dan industri obat-obatan multinasional. Bukti bagaimana organisasi inikesehatan dunia ini bekerja untuk kepentingan Amerika bisa dilihat dari disimpannya seluruh sequencing DNA flu burung WHO CC di Los Alamos AS. Selama ini data-data virus ini hanya dikuasai oleh Ilmuwan yang bekerja di Los Alamos. Ilmuwan lain di dunia tidak biasa mengaksesnya, meski adalah data Dunia.
Loa Alamos National Laboratory yang berlokasi di new Mexico tersebut berada di bawah Kementrian Energi AS. Di tempat inilah dirancang bom atom yang menghancurkan Herosima tahun 1945. Disinyalir tempat ini menjadi tempat pembuatan senjata Kimia dan biologi AS. Bukan tidak mungkin hasilnya nanti akan digunakan untuk menghancurkan negara yang dulu pemilik virus, baik secara fisik dengan senjata itu sendiri, maupun secara ekonomi dengan memaksa suatu negara membeli produk-produk buatan mereka berupa obat-obatan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan wabah penyakit dengan cakupan yang begitu luas melanda dunia berkembang dan sudah terjadi selama beberapa dekade, akan tetapi negara-negara kaya tidak sekalipun tergugah untuk memberikan perhatiannya. Disisi lain, prediksi akan mewabahnya flu burung yang mematikan dan mungkin akan menyerang warga barat telah serta merta megalirkan dana ratusan juta dollar-kalau memang tidak sampai miliaran- yag di salurkan untuk mencegah sesuatu yang mungkin tidak dapat dicegah dengan obat yang barangkali tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap wabah elu burung.
Sudah tampak jelas sekali di depan mata kita kekejaman dari sistem kapitalis, sampai-sampai kesehatan warga negara pun turut dikomersilkan untuk kepentingan para kapitalis penjajah yang tidak lain adalah AS dan ”sahabat-sahabatnya” . Kekayaan Intelektual telah menjadi alat kolonialisasi dan penindasan.
Karena itu, hanya ada satu pilihan : Lepaskan bangsa ini dari ketergantungan kaum penjajah! Jika tidak, umat Islam hanya akan semakin dicengkram dan dijerat oleh AS. Ingatlah bagwa Allah SWT telah mengharamkan orang-orang kafir untuk menguasai kaum Muslimin.
Allah tidak sekali-kali akan tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin. (TQS an-Nisa’ [4]:141). Wallahu a’lam.

